SMPN 1 Punung Sulap Galon Bekas Jadi Media Tanam Kangkung: Edukasi Lingkungan Berbasis Aksi

SMPN 1 Punung Sulap Galon Bekas Jadi Media Tanam Kangkung: Edukasi Lingkungan Berbasis Aksi
PACITAN – SMP Negeri 1 Punung terus berinovasi dalam menanamkan nilai-nilai peduli lingkungan kepada para siswanya. Melalui kegiatan kreatif, sekolah ini memanfaatkan limbah galon air mineral bekas sebagai media tanam sayuran kangkung, sebuah langkah nyata dalam mendukung konsep Green School dan ketahanan pangan sekolah.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 9 januari 2026 ini melibatkan siswa-siswi dari berbagai kelas. Mereka tampak antusias menyulap barang bekas yang biasanya menumpuk di gudang atau menjadi sampah, menjadi wadah-wadah produktif yang tertata rapi di area taman sekolah.
Edukasi Melampaui Teori
Kepala SMPN 1 Punung menyatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar tugas praktik biologi atau prakarya semata. "Kami ingin siswa memahami bahwa masalah sampah plastik bisa diatasi dengan kreativitas. Dengan menanam kangkung di galon bekas, mereka belajar dua hal sekaligus: pengelolaan limbah dan kemandirian pangan," ujarnya.
Proses penanaman dimulai dengan:
-
Modifikasi Galon: Memotong bagian atas galon dan memberikan lubang drainase di bagian bawah.
-
Media Tanam: Pencampuran tanah topsoil dengan pupuk organik hasil kompos mandiri sekolah.
-
Penyemaian: Penanaman benih kangkung berkualitas yang dikenal memiliki masa panen singkat, yakni sekitar 21 hingga 30 hari.
Hasil Panen untuk Kantin dan Siswa
Kangkung dipilih karena perawatannya yang relatif mudah dan daya tahannya yang kuat. Rencananya, hasil panen dari "Kebun Galon" ini akan dimanfaatkan untuk kebutuhan kantin sekolah sehat atau dibagikan kepada siswa untuk dibawa pulang sebagai kebanggaan atas hasil kerja keras mereka.
Selain aspek lingkungan, kegiatan ini juga melatih kedisiplinan siswa. Setiap kelas bertanggung jawab atas jadwal penyiraman dan pemberian nutrisi tanaman masing-masing.
Inspirasi bagi Lingkungan Sekitar
Langkah SMPN 1 Punung ini diharapkan menjadi pemantik bagi sekolah lain di wilayah Pacitan untuk lebih berani berinovasi dengan memanfaatkan barang-barang di sekitar. Di tengah tantangan perubahan iklim, aksi kecil seperti menanam sayur di media bekas menjadi bukti bahwa kepedulian lingkungan bisa dimulai dari halaman sekolah.
Share This Post To :
Kembali ke Atas
Berita Lainnya :
- Siswa SMPN 1 Punung Kembali Toreh Prestasi Kaligrafi di Ajang PAIS Fair Kabupaten Pacitan 2025
- Prestasi Awal Tahun 2024
- Lagi, 10 Piala dari FBGC (Fun Boys Girls Competition)
- Gudep 03.069 Pangkalan SMPN 1 Punung Borong Medali Lomba Tingkat III
- SMPN 1 Punung Lepas 198 Alumni Tahun Pelajaran 2021/2022
Kembali ke Atas




